Selasa, 07 April 2009

Pemilu...Siapa Yang Punya

hhh. Usai Sudah (untuk sementara). Ritual arak-arakan. Pidato-pidato dan hiburan yang hingar bingar. Lebih lagi gambar-gambar yang memangsa habis setiap sudut negeriku. Dari Jakarta sampai kampung di pedalaman kalimantan sana. menyerang, mendoktrinasi dan mengotori wajah negeri ini. Sekarang tinggal kelegaan bagi sebagian orang dan ketegangan bagi para caleg. Apakah segenap usaha mereka akan mendapatkan hasil atau yang tertinggal hanya tumpukan hutang? Derasnya janji sampai berliur-liur di panggung kampanye akan kita buktikan pada Tanggal 9 ini.
Sebuah pesta yang multi dimensi. Gabungan dari ambisi, percaya diri, kebencian, pengabdian, pengorbanan dan panggung kekonyolan. Bahkan ada yang saking putus asanya menawarkan 1 M bagi Desa-desa jika dia menang. Tapi pada intinya semua hanya bicara bagaimana caranya berbelanja dengan mau menggratiskan semuanya. bagi-bagi uang. bukain lapangan kerja padahal dirinya sendiri pengangguran gak ada perusahaan mau terima kerja. Tidak ada atau mungkin saya tidak tahu bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan belanja itu. Hutang?mengejar-ngejar orang agar bayar pajak? atau cara-cara lain? bukankah belanja butuh uang. Saran saya jangan banyakan hutang. Berat bayarnya.
Akhirnya selamat berlomba. Semoga tabah bagi yang kalah. Dunia belum berakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar